Berdiri Satu Tahun, Bupati Sintang Hadiri Perayaan HUT PWKRI Sintang
22 Jul 2019
Berdiri Satu Tahun, Bupati Sintang Hadiri Perayaan HUT PWKRI Sintang

Sintang-Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med. PH menghadiri perayaan HUT ke-1 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKRI) Sintang, di Gedung GKII Jemaat Shalom Sintang, Kamis (19/07/2019). Bupati Sintang memotong tumpeng sebagai simbol puncak perayaan.

“Apa yang disumbangkan oleh PWKI sudah cukup banyak, memang tahun-tahun awal ini pastinya masihlah lebih banyak membenahi internal kelompok dulu,” kata dr. Jarot. “Saya bangga, PWKI adalah satu-satunya perkumpulan wanita Kristen yang berskala nasional. Di Indonesia, ada ditingkat nasional juga sampai di tingkat kabupaten,” tambahnya.

Bupati Sintang mengingatkan bahwa ada tantangan besar yang masih harus dihadapi oleh PWKI. Beliau mengharapkan PWKI juga berperan mengatasi masalah sosial diluar komunitas.

“Kita di Sintang ini ada masalah kemiskinan, di 86 desa sangat tertinggal kita di pelosok sana bah,” kata dr. Jarot. “Selain itu kita juga ada masalah stunting, Kita mulailah dengan keluarga kita masing-masing atasi masalah gizi dirumah kita. Perhatian kita juga perlu ditujukan kepada anak-anak kita, perlu diperhatikan kegiatan belajar dan bermain untuk mereka,” tambahnya.

Ia mengharapkan PWKI Sintang akan mengunjungi jemaat Kristen yang ada di kampung. Bupati Sintang juga mengingatkan agar PWKI membantu proses pemberdayaan wanita dibidang lingkungan, misalnya untuk memanfaatkan halaman gereja menjadi program Gereja Hijau, seperti halnya ada program Gang Hijau.

“Semoga PWKI Sintang semakin jaya dan maju, serta dapat terus berkarya untuk keluarga, gereja dan masyarakat Sintang,” tutupnya.

Perwakilan dari Kemenag Sintang, Edi Pranoto menyampaikan bahwa PWKI adalah organisasi yang ikut serta dalam membangun masyarakat.

“Pengabdian PWKI sudah kita lihat tadi, cukup banyak,” kata Edi. “Mudah-mudahan kedepan akan semakin banyak dan beragam lagi pelayanan yang diberikan oleh PWKI,” sambungnya.

Menurut Edi, peran serta perempuan dalam proses pembangunan sangatlah penting. Meski masih dianggap kaum marginal, perempuan seyogyanya memiliki kemampuan untuk mandiri dan kuat. Sebagai umat Kristen, khususnya wanita Kristen diharapkan dapat melindungi keluarganya dari berbagai kekerasan dan ancaman dari lingkungan.

“Kita teruslah berkarya dengan menanamkan dan menyuburkan cinta kasih dalam keluarga kita masing-masing,” pesan Edi.

Lili Suryani, selaku ketua PWKI Sintang menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh timnya selama 1 tahun sejak dibentuknya.

“Untuk tahun 2019 kita menargetkan untuk membentuk dewan daerah di kecamatan-kecamatan,” kata Lili. “Hari ini kami sudah menerima nomor Kesbangpol nasional. Jadi kami hanya akan melaporkan organisasi kami ke kantor Kesbangpol Sintang. Ini hadiah terindah untuk organisasi kami,” ungkapnya lagi.

Wanita Kristen harus menjadi wanita hebat, maka dari itu wanita Kristen diharapkan untuk memuji Tuhan dalam hidup sehari-hari, dalam keluarga, jemaat dan masyarakat. Demikianlah tema dari Mazmur 22:6 ‘wanita yang memuji Tuhan’  diusung oleh Panitia pada perayaan ini.

“Semoga meski masih muda, PWKI Sintang dapat terus belajar dan bekerja, terus maju dalam pelayanan kita,” kata Lili. “Kita percaya, suatu cita-cita mulia untuk memajukan kaum perempuan akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan dan banyak pihak yang ada disekitar kita,” pungkasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, perwakilan dari kantor Kementerian agama kabupaten Sintang.

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pekan Raya Borneo

Video

Baliho Pekan Gawai Dayak

Regulasi

Gallery Foto