Bupati Sintang Resmikan Jembatan Gantung Desa Baras Nabun
14 Apr 2019
Bupati Sintang Resmikan Jembatan Gantung Desa Baras Nabun

Sintang-Bupati Sintang Jarot Winarno kembali melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Serawai kali ini menuju Desa Baras Nabun salah satu desa yang terletak di perhuluan Sungai Serawai, Sabtu (13/4/19). Untuk menuju desa tersebut Bupati dan rombongan harus melalui jalur Sungai Serawai dengan menggunakan Speedboat dari Ibu Kota Kecamatan dan menempuh sekitar 1 jam perjalanan yang aliran riam sungainya cukup ekstrim. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sintang itu di Desa Baras Nabun untuk melakukan peresmian jembatan Gantung Rangka Baja di desa tersebut.

Setibanya di Desa Baras Nabun, Bupati Sintang dan rombongan langsung di sambut oleh warga setempat, kemudian istirahat sejenak di rumah Kepala Desa, setelah itu Bupati Jarot langsung menuju lokasi acara. Tiba di lokasi acara orang nomor satu di Kabupaten Sintang tersebut di sambut dengan acara adat dan di sambut hangat oleh warga yang sudah berkumpul untuk menyaksikan kegiatan seremonial presmian Jembatan Gantung rangka baja di desa itu. “keberdaan jembatan gantung rangka baja inilah bukti negara hadir di tengah-tengah masyarakat di tempat yang terjauh sekalipun dan ini lah jembatan gantung di daerah terpencil di desa baras nabun ini”kata Jarot.

Jarot menjelaskan bahwa jembatan gantung rangka baja ini bersumber dari APBN dan jembatan ini juga merupakan hasil dari diskresi menteri yang artinya kewenangan khusus menteri mau bangunnya di mana saja yang berdasarkan surat pengajuan dari Bupati dan Bupati pun menyampaikan surat tersebut berdasarkan aspirasi Anggota Dewan Kabupaten yang menampung keinginan dari masyarakat, kemudian di bantulah oleh anggota DPR RI Kalbar komisi 5 sehingga dapatlah jembatan ini.

“kemudian jembatan ini di kerjakan oleh pelaksananya, puji Tuhan, puji syukur sudah selesai sehingga bisa kita resmikan hari ini, jembatan ini hanya belum ada pagar kawat di tepinya, nanti kita pasanglah, kita kirim nanti agar untuk keamanan warga yang lewat terutama anak-anak”jelas Jarot.

Terwujudnya jembatan ini pun ungkap Jarot merupakan pengorbanan dari masyarakat yang rela tanahnya di gunakan untuk pembangunan dengan tidak meminta ganti rugi, sehingga dirinya pun memberikan apresiasi yang luar biasa bagi masyarakat desa baras nabun yang sudah merelakan tanahnya.

“jembatan ini sudah jadi harus kita syukuri, pesan saya jembatan gantung ini boleh di lewati kendaraan roda 4 apa bila dalam keadaan gawat darurat saja yakni apa bila ada masyarakat yang sakit keras, pasien boleh diangkut lewat jembatan ini menggunakan ambulance, ingat hanya dalam keadaan gawat darurat tidak boleh secara sengaja bawa mobil lewat jembatan ini untuk keperluan lain” pesaan Jarot.

Namun menurut Jarot ada beberapa desa di daerah lain yang sudah memiliki jemabatan gantung rangka baja seperti ini di kembangkan angkutan yang dasarnya menggunkan Tossa yang di modif jadi ambulan desa, bahkan juga bisa di fungsikan untuk mengangkut yang lainnya. “boleh nanti pihak desa cobalah, karena di jualnya sangat murah, nanti koordinasi dengan dinas kesehatan agar bisa di kembangkan lah angkutan ambulan desa”pinta jarot.

Jarot juga berpesan dengan telah di resmikannya jembatan ini, ia meminta masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar keberadaan jembatan ini bisa berlangsung sangat lama untuk akses masyarakat beraktivitas.

Di tempat yang sama Kepala Bidang Jembatan dan Drainase Dinas Pekerja Umum Kabupaten Sintang Aef Sutardi mengatakan pembangunan jembatan gantung rangka baja ini bersumber dari APBN dengan total anggaran 6,5 miliyar rupiah dengan panjang 120 meter, lebar 2,2 meter tapi lebar bersihnya 1,8 meter. “jembatan ini 3 tahun baru terwujud, kita ajukan dari tahun 2017 lalu atas perintah bupati, dari 530 kabupaten/kota se-Indonesia, hanya ada 300 jembatan seperti ini yang di bangun dan akan di bangun di desa-desa seluruh Indonesia,  dan 2018 lalu ad 144 unit yang di bantukan seluruh Indonesia, Alhamdulillah dua Kabupaten Sintang dapat yakni di Baras Nabun ini dan Desa Ratu Damai Ketungai Hilir”jelas Aef.

Untuk itu dengan telah di resmikannya jembatan gantung ini, Aef meminta masyarakat merawat dan menjaganya agar keberadaan jembatan tersebut terus bisa di fungsikan. Terlebih jembatan ini juga di proyeksikan Presiden agar bisa di lewati kendaraan roda 4 yakni ambulan apa bila dalam keadaan darurat saja untuk membawa pasien dan tidak boleh di lewati dengan sengaja menggunakan kendaraan roda 4 untuk keperluan lain.

Sementara itu Kepala Desa Baras Nabun, Markus Kusmain mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan gantung rangka baja di Desa yang ia pimpin sehingga sudah di resmikan dan dapat di fungsikan, karena menurutnya keberadaan jembatan tersebut sangatlah penting dan di butuhkan oleh masyarakat di perhuluan serawai ini.

“jembatan ini menjadi ikon desa kami dan juga sebagai penghubung kami dengan desa-desa lain di perhuluan sungai serawai ini. Kami sangat membutuhkan jembatan ini karena untuk aktivitas sehari-hari baik itu untuk aktivitas prekonomian, untuk anak-anak sekolah dan aktivitas lainnya”ungkap Markus.

Hadir dalam kegiatan tersebut mendampingi Bupati Sintang, Anggota DPRD Kab.Sintang Honoratus Guntur, Kadis Kesehatan Kabupaten Sintang dr.Harysinto Linoh, Kadishub Kab.Sintang Hatta,Kadisnakertrans Kab.Sintang Florensius Kaha, Kepala Bidang Jembatan dan Drainase Dinas PU Kab. Sintang Aef Sutardi,unsur Forkopimcam Serawai dan unsur terkait lainnya.

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pekan Raya Borneo

Video

Baliho Pekan Gawai Dayak

Regulasi

Gallery Foto