Hadiri Kegiatan Sosialisaisi PNBAI Dan HAN 2018, Bupati Sintang Sampaikan 24 Indikator Wujudkan Sintang Layak Anak
07 Dec 2018
Hadiri Kegiatan Sosialisaisi PNBAI Dan HAN 2018, Bupati Sintang Sampaikan 24 Indikator Wujudkan Sintang Layak Anak

Sintang-Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH menghadiri Sosialisasi Program Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI) dengan tema “membentuk keluarga asik di zaman milenial” dan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dengan tema “wujudkan pengasuhan dengan kasih saying di mulai dari keluarga” yang di laksanakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (6/12/18) pagi.

“Sejak 1990 kita bersama-sama negara dunia yang lain berkomitmen untuk mewujudkan dunia yang layak bagi anak sehingga sejak tahun itu kota harus mewujudkan dirinya menjadi kota layak anak, Kabupaten layak anak,” kata dr. Jarot. “Sintang sendiri aktif untuk mengkampanyekan dan mewujudkan kabupaten layak anak,” tegasnya.

Orang nomor satu di Sintang itu kemudian memaparkan 24 indikator terkait proses mewujudkan kabupaten layak nak. Ada 5 cluster, 1 Cluster adalah untuk pemenuhan hak-hak anak dan 4 Cluster diantaranya adalah untuk perlindungan terhadap anak.

“Susah sekali mewujudkan hal ini untuk Kabupaten layak anak sehingga sungguhpun amanat undang-undang Dasar 1945, sungguhpun komitmen Global untuk mewujudkan dunia yang layak anak tetapi kita lihat masih terjadi hal-hal seperti anak yang belum punya akte kelahiran, kekerasan terhadap anak, pemanfaatan anak anak-anak untuk kejahatan narkoba,untuk terorisme kan ada anak-anak yang meninggal waktu kejadian bom bunuh diri waktu itu, kemudian lagi diskriminasi terhadap anak,” papar dr. Jarot.

Menurut Bupati Sintang, hal-hal yang tampak di Sintang berkiatan dengan pemenuhan kenutuhan anak. Melalui peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 ini ingin ingin membentuk anak yang jenius,jenius adalah singkatan nari anak-anak yang gesit empati berani unggul dan sehat, untuk mewujudkan anak jenius ini perlu rumah tangga berkualitas.

“kita masih perlu kerja keras untuk bisa mewujudkan dunia yang ramah anak,” ungkap dr. Jarot. “tumbuhnya jenius generasi yang Gesit empati berani unggul dan sehat itu memang ditentukan oleh pola asuh yang berkualitas di dalam keluarga dengan mewujud kan pengasuhan dengan penuh kasih sayang dimulai dari keluarga,” pungkasnya..

Pada kesempatan ini, Ketua Panitia Slamet Pribadi menyebutkan bahwa peringatan hari anak merupakan upaya untuk membantu anak meningkatkan kemampuan tersembunyi dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak serta memberi kesempatan pada anak untuk berkumpul berkreasi dan bersukaria. Tujuan Penyelenggaraan hari anak nasional yakni meningkatkan kepedulian terhadap anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan mendorong warga di Kabupaten Sintang menjadi lembaga pertama dan utama dalam pengasuhan yang berkualitas.

“Ini merupakan momentum untuk terus berupaya meningkatkan dan mengajak komponen bangsa Indonesia baik orang tua keluarga masyarakat dunia usaha pemerintah dan negara untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab, terkiat dengan perlindungan dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan anak,” kata Slamet.

Peserta pada hari ini yakni perwakilan dari PAUD, TK, SD, MI,SMP, MTS, SMK, SMA organisasi kepemudaan, Panti dan perwakilan dari anak-anak lainnya dengan jumlah lebih kurang 150 peserta.

peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Sintang 2018 yang dilaksanakan hari ini merupakan puncak acara dari dua hari sebelumnya yaitu kegiatan lomba hari anak nasional dan lomba apresiasi anak daerah Kabupaten Sintang tahun 2018. 1. Hari Anak Nasional diadakan dua cabang lomba yaitu lomba Celoteh anak yang diikuti 44 peserta dari 40 lembaga PAUD dan TK, lomba lagu Solo yang diikuti 34 peserta dari 28 lembaga sd/mi.  2. apresiasi anak daerah Kabupaten Sintang diadakan 4 cabang lomba yang terdiri dari mewarnai gambar diikuti 58 peserta dari 46 lembaga PAUD dan TK, drama singkat diikuti 28 grup yang melibatkan 112 orang siswa SMP atau MTS, melukis diikuti 35 lembaga dan melibatkan 38 orang siswa SD dan MI, pidato diikuti 11 peserta dari 9 lembaga SMA atau SMK.

RELATED POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULER

no-image
bannersidebar

Video

bannersidebar

Regulasi

Gallery Foto